MANADO, TR – Pelatihan Search and Rescue (SAR) yang digelar Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Sulawesi Utara di kawasan Batu Putih, Tangkoko, Kota Bitung, 21-23 Mei 2026 mendapat apresiasi dari personel yang terlibat langsung di lapangan.
Salah satunya datang dari anggota Subdit Patroli Ditpolairud Polda Sulut, Aipda Iskandar Jaya. Personel yang telah mengabdi selama 28 tahun itu mengaku bersyukur bisa mengikuti pelatihan intensif peningkatan kemampuan SAR yang berlangsung di wilayah konservasi Tangkoko tersebut.
Baca juga: https://teropongrakyat.com/194-personel-dit-polairud-polda-sulut-latihan-sar-tangkoko/
Menurut Aipda Iskandar, kegiatan itu menjadi momen penting bagi peningkatan kapasitas personel Ditpolairud, sekaligus menjadi pelatihan SAR terintegrasi pertama yang digelar di tingkat Direktorat di bawah kepemimpinan Dirpolairud Polda Sulut Kombes Pol Bayuaji Yudha Prasaja.
“Saya sudah berdinas kurang lebih 28 tahun di Ditpolair, dan latihan SAR terintegrasi di tingkat Direktorat ini baru pertama kali diadakan. Latihan ini memberikan nilai tambah yang luar biasa. Ilmu kami bertambah, sehingga jika sewaktu-waktu terjadi kondisi darurat, personel bisa langsung cepat, tanggap, dan siap sedia di lapangan,” ujar Aipda Iskandar saat di wawancarai wartawan Senin (25/05/2026).
Dalam pelatihan tersebut, personel menerima berbagai materi dan simulasi penanganan kondisi darurat. Tim pelatih mengasah keterampilan anggota melalui skenario kecelakaan kerja, evakuasi korban kebakaran, hingga penyelamatan korban yang tertimpa material berat menggunakan peralatan taktis khusus.
Materi penyelamatan di air atau water rescue juga menjadi fokus utama selama latihan berlangsung. Personel mempraktikkan teknik evakuasi korban tenggelam atau yang dikenal masyarakat Manado dengan istilah malamise.
Selain itu, anggota juga mempelajari pemberian pertolongan pertama berupa resusitasi jantung paru atau napas buatan sebagai langkah awal penyelamatan korban sebelum mendapat penanganan medis lanjutan.
Pelatihan itu dirancang untuk memperkuat kesiapan personel Ditpolairud saat menghadapi situasi darurat di wilayah perairan Sulawesi Utara yang membutuhkan respons cepat dan terukur.
Selain menambah keterampilan teknis, Aipda Iskandar menilai pelatihan tersebut juga membangun solidaritas antarpersonel.
Selama beberapa hari kegiatan berlangsung, seluruh peserta menjalani aktivitas bersama di lokasi pelatihan tanpa membedakan pangkat maupun jabatan. Kebersamaan itu menurutnya menjadi bagian penting dalam membentuk kekompakan saat bertugas di lapangan.
“Kami sangat berterima kasih kepada Dirpolairud. Di sini, kebersamaan benar-benar ditempa. Mulai dari Perwira, Bintara, hingga Tamtama, semua merasakan nasib yang sama. Kami tidur bersama di tenda yang seadanya, dan makan dengan menu yang sama. Tidak ada perbedaan. Dari sinilah kekompakan dan jiwa korsa sejati terjalin dengan sangat baik,” pungkasnya.
Ditpolairud Polda Sulut Perkuat Garda Penyelamatan di Sulawesi Utara
Melalui pelatihan SAR intensif di Tangkoko ini, Ditpolairud Polda Sulut terus memperkuat kesiapan personel dalam menjalankan tugas kemanusiaan dan penyelamatan.
Kemampuan teknis yang semakin terasah serta kekompakan antaranggota diharapkan mampu mendukung Ditpolairud Polda Sulut menghadirkan rasa aman bagi masyarakat dan menjadi garda terdepan dalam setiap aksi penyelamatan di wilayah Sulawesi Utara.(One/Red)
