MANADO, TR – Gita Tuuk, seorang wanita cantik asal Bolaang Mongondow, bersama kuasa hukumnya, Supriadi Pangellu, S.H., M.H., melaporkan suaminya, S-U alias Stenly ke Mapolda Sulawesi Utara (Sulut) pada Jumat malam (29/11/2024).
Laporan tersebut terkait dengan dugaan informasi hoax tentang hilangnya Gita yang dilaporkan oleh suaminya bersama kuasa hukumnya, Novi Kolinung, S.H., ke Polresta Manado pada Selasa (26/11/2024) lalu.
Supriadi Pangellu, yang juga mantan komisioner Bawaslu Sulut, mengungkapkan bahwa kedatangannya ke Polda Sulut bertujuan untuk melakukan klarifikasi atas laporan yang mengklaim Gita hilang. Ia menjelaskan bahwa pada Senin (25/11/2024), Gita Tuuk hadir di dua tempat berbeda, pertama di Imigrasi Manado untuk mengurus paspor bersama camat setempat, dan kedua, sore harinya, Gita berada di rumahnya di Bolmong.
“Kedatangan saya dan kilet saya ke Polda Sulut berkaitan dengan koordinasi terkait dengan adanya laporan yang dilakukan oleh oknum bahwa client kami ini dinyatakan hilang,” ujar Supriadi kepada wartawan di Mapolda Sulut, Jumat (29/11) malam.
Kuasa hukum yang juga mantan komisioner Bawaslu Sulut ini menjelaskan jika klien itu tidak hilang namun sedang mengurus berkas di Imigrasi Manado.
“Kami menjelaskan bahwa peristiwa yang dilaporkan oleh oknum lelaki dan kuasa hukumnya itu hari Selasa, sedangkan klien kami Senin itu ada dua peristiwa yang kemudian beliau hadir, pertama hadir di imigrasi bersama dengan salah satu camat untuk mengurus paspor karena ada kegiatan pemkab Bolmong, kedua sorenya klien kami ada di rumah di Bolmong,” jelas Pangellu.
Ia juga menjelaskan sampai saat ini kliennya ada dan tidak pernah hilang.
“Jadi berkaitan dengan informasi orang hilang ini siapa yang hilang ? sedangkan client kami ini ada,” ucapnya.
Menurutnya kedatangan ke Polda Sulut untuk mengambil langkah hukum karena berkaitan dengan harkat dan martabat serta secara psikis client nya terganggu.
“Kedatangan kami ke Polda Sulut ini bagaimana langkah yang akan kami lakukan berkaitan dengan harkat dan martabat klien kami secara psikis terganggu, apalagi menyeret-nyeret ada instansi terkait dibawa-bawa seakan-akan client kami ini disembunyikan oleh oleh oknum padahal client kami ini ada di Manado dengan urusan salah satunya mengurus paspor untuk kepentingan beliau bersama rombongan PKK Bolmong untuk mengikuti kegiatan di Singapura pada Senin mendatang,” terangnya.
Terkait informasi GT yang terlibat kasus korupsi bantuan desa wisata Bombanon, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow, senilai Rp 600 juta dari Kemendes RI tahun 2022, Supriadi secara tegas membantah bahwa hal itu tidak benar karena clientnha hingga kini tidak pernah diperiksa Polisi.
“Klien kami tidak pernah diperiksa oleh penyidik polres Bolmong maupun kota Mobagu berkaitan dengan kasus dugaan tindak pidana korupsi yang kemudian informasi beredar kuasa bahwa ada dugaan korupsi yang dilakukan oleh klien kami di Bolmong waktu itu beliau menjabat Sangadi, pihak kepolisian dan klien kami mengatakan tidak pernah dipanggil baik dari 2021 sampai sekarang tidak pernah dipanggil baik memberikan keterangan sebagai saksi berkaitan dengan tindak pidana korupsi,” tegas Supriadi.
Supriadi menduga ada motif lain oleh oknum yang sengaja menyebarkan informasi hoax.
“Jadi Informasi ini adalah informasi hoax yang perlu untuk diluruskan, kami masih menelusuri ada motif apa mereka menyebar fitnah seperti ini,” sesalnya.
Sementara itu, Gita Tuuk menyampaikan klarifikasi terkait dengan laporan hoax yang menyeret namanya.
“Jadi ingin klarifikasi terkait laporan orang hilang dan terlapor adalah saya jadi disini saya menegaskan bahwa saya tidak kemana-manadan saya tidak hilang saya masih ada di Manado dan masih ada komunikasi dengan anak-anak dan keluarga,” tegasnya.

Menurut GT laporan itu keliru karena masih berkomunikasi dengan Denga keluarga di Bolmong.
“Terkait dengan laporan itu sangat keliru komunikasi masih baik karena saya hari Senin masih ketemu dengan orang tua, anak-anak dan ada salah satu keluarga yang ada di rumah, jadi laporan orang hilang itu tidak benar kalau mis komunikasi ia tapi kalu hilang itu tidak benar,” pungkasnya.(One/red)













