MANADO, TR – Kapolda Sulawesi Utara Irjen Pol Roycke Harry Langie resmi melakukan peletakan batu pertama pembangunan gedung rawat inap Rumah Sakit (RS) Bhayangkara TK. III Manado pada Kamis (20/8/2026).
Rangkaian kegiatan ini diawali dengan doa bersama yang dihadiri oleh jajaran pejabat utama Polda Sulut, termasuk Wakapolda Brigjen Pol Awi Setiyono, Irwasda Kombes Pol Amin Litarso, Karolog Kombes Pol Achmad Surbana, Karo Ops Kombes Pol Ferry Raimond Ukoli, Kabid Humas Kombes Pol Alamsyah Hasibuan, Kabid Kesehatan AKBP dr. Tasrif, M.A.R.S., serta Karumkit AKBP dr. Chandra Tanoeisan, Sp.KFR, MARS.
Gedung rawat inap baru seluas 650 meter persegi tersebut dirancang untuk menghadirkan fasilitas modern dan canggih yang mampu menampung 28 tempat tidur demi memberikan kenyamanan ekstra bagi para pasien.
Wakapolda Sulut Brigjen Pol Awi Setiyono menyampaikan bahwa pembangunan ini merupakan langkah strategis untuk menindaklanjuti arahan Mabes Polri terkait peningkatan mutu pelayanan kesehatan.
“Alhamdulillah, tadi kita sama-sama lihat Bapak Kapolda melakukan peletakan batu pertama untuk peningkatan pelayanan Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat III milik Polda Sulawesi Utara ini,” ujar Awi usai kegiatan.
Awi menjelaskan bahwa peningkatan fasilitas dilakukan karena kapasitas kamar rawat inap saat ini masih belum memadai untuk mendukung rencana kenaikan kelas rumah sakit.
“Kondisinya memang masih minim dan sudah ada perintah dari Mabes Polri, khususnya Pusdokkes Polri, untuk rumah sakit kita dari tingkat tiga rencananya akan ditingkatkan ke tingkat dua,” ungkapnya.
“Permasalahannya di masalah kamar rawat inapnya kita masih kurang. Yang sementara ini kita masih ada 120 tempat tidur. Dari 120 ini kita perlahan tingkatkan menuju ke 200 sebagai persyaratan menuju tingkat dua,” lanjut Awi.
Pihaknya menargetkan penambahan fasilitas ini dapat terus berlanjut secara bertahap pada tahun anggaran mendatang.
“Sementara ini baru dapat anggarannya, bisa kita optimalkan 28 kamar. Sehingga masih ada PR lagi tahun depan, semoga kita bisa tingkatkan lagi ke 52 kamar lagi sesuai dengan amanat dari Mabes Polri,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wakapolda juga memuji etos kerja dan standar pelayanan RS Bhayangkara Manado yang selama ini dinilai sangat baik oleh masyarakat.
“Selama ini etos kerjanya yang ditingkatkan. Misalnya kalau orang datang ke UGD, bukan ditanya identitasnya dulu, tapi dilakukan pertolongan pertama dulu, langsung dilakukan tindakan-tindakan. Setelah semuanya settle, baru pelan-pelan keluarganya didatakan,” tegas Awi.
Utamakan Pertolongan Darurat Tanpa Diskriminasi Tarif
“Layanan ambulans juga demikian, tidak pernah bicara tarif dulu, tapi kita utamakan pertolongan dulu. Bahkan beberapa kejadian, Karumkit dan Kabiddokkes berusaha membantu rekan-rekan yang kekurangan, sehingga ada subsidi silang dari BLU kita untuk membantu masyarakat yang tidak mampu,” sambungnya.
Pembangunan gedung rawat inap baru ini ditargetkan selesai dalam kurun waktu 120 hari kalender, dengan pengawasan ketat agar dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat luas.
“Target proyek ini 120 hari kerja. Tadi disampaikan tanggal 12 Desember kita harapkan ini selesai. Kami sudah panggil Pak Irwasda untuk dibantu pengawasannya, sehingga di akhir tahun masyarakat bisa menikmati peningkatan layanan dari Rumah Sakit Bhayangkara ini,” pungkasnya.
Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Tk. III Manado AKBP dr. Chandra Tanoeisan, Sp.KFR, MARS turut hadir dan menyampaikan rasa syukurnya atas dimulainya pembangunan fasilitas rawat inap baru tersebut.
Ia berharap dengan gedung baru ini nantinya bisa meningkatkan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat.(One/Red)













