banner 846x362

Bentrok Pemuda di Tatelu Berakhir Damai, Kapolsek Dimembe : Penyelesaian Secara Kekeluargaan

Minahasa Utara, TeropongRakyat.com – Bentrok antar dua kelompok pemuda di Desa Tatelu Jaga I, Kecamatan Dimembe, pada Kamis malam, 27 November 2025 lalu, akhirnya berujung damai. Keributan yang sempat memanas hingga terjadi aksi saling lempar batu dan kejar-kejaran itu disebut dipicu oleh persoalan sepele dan murni kesalahpahaman.

Kapolsek Dimembe, IPDA Steven Leonard Rumapea, S.Tr.K., M.H., memastikan bahwa pihak kepolisian bergerak cepat menangani insiden tersebut. Mulai dari mendatangi lokasi kejadian, memeriksa saksi-saksi, mengamankan terlapor beserta barang bukti, hingga memediasi kedua pihak yang terlibat.

“Kami sudah mengamankan terlapor 1×24 jam, dan setelah pemeriksaan, dari pihak pelapor ada keinginan agar permasalahan diselesaikan secara kekeluargaan,” ujar IPDA Steven kepada wartawan, Kamis (04/12).

Ia menegaskan bahwa kedua pihak telah mencapai kesepakatan damai dan proses selanjutnya akan dipandu sesuai prosedur kepolisian.

“Ke depan kami akan melaksanakan sesuai prosedur kepolisian. Arah penyelesaian akan melalui mediasi dan jalur kekeluargaan. Intinya, awal mula kejadian ini hanya karena kesalahpahaman. Kami sudah memberikan arahan agar hal-hal seperti ini diselesaikan secara damai,” jelasnya.

IPDA Steven juga mengimbau masyarakat agar tidak membawa isu lain seperti desa, suku, maupun agama dalam insiden ini.

“Harapannya, masyarakat di luar sana tidak mengaitkan peristiwa ini dengan daerah, suku, atau agama. Ini murni tindakan oknum, bersifat personal, terjadi karena kesalahpahaman,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa kedua belah pihak telah menegaskan tidak ingin memperpanjang masalah.

“Keduanya sepakat menyelesaikan secara kekeluargaan. Mereka tidak lagi mempermasalahkan kejadian ini. Baik korban maupun terlapor sama-sama bekerja dan mencari nafkah di lokasi, sehingga damai adalah langkah terbaik,” tutur Kapolsek.

Insiden ini bermula sekitar pukul 23.00 WITA ketika empat pemuda Krishna Wuntu, Miki Poluan, Kevin Poluan, dan Rivel Kawuwung dalam perjalanan pulang setelah bermain biliar. Motor mereka tiba-tiba putus vanbelt dan harus dituntun sambil tetap dinyalakan. Suara mesin yang bising memancing teguran dari kelompok pemuda lain, Klivert Kuntak dkk, yang nongkrong di Kompleks Pasar Tatelu.

Teguran tersebut berujung adu mulut dan situasi memanas. Kedua kubu kemudian saling mengejar dan melempar batu di depan Pos Penjagaan Perusahaan MSM.

Ketegangan meningkat saat sebuah pick up Grandmax berisi orang tak dikenal melintas dari arah tambang. Mereka membawa senjata tajam seperti cakram, tombak, dan pisau, sehingga situasi makin kacau.

Dalam kekisruhan itu, Veccly Wiliam Kambey menjadi sasaran penyerangan setelah berpisah dari rekannya, Charly Supit. Saat mencoba menyelamatkan diri, Veccly bersenggolan dengan Rado Mongilong, yang diduga mengacungkan pisau. Merasa terancam, Veccly menembakkan dua kali tembakan peringatan menggunakan airsoft gun dan satu tembakan ke arah kaki Rado, yang mengenai paha kanan bagian dalam.

Rado kemudian menjalani perawatan medis selama enam hari. Sementara korban lainnya, Putra Nayoan, juga melapor setelah terkena lemparan batu.

Dengan telah tercapainya perdamaian, Kapolsek Dimembe menghimbau masyarakat agar tidak muda terpancing dengan isu-isu yang dapat memicu konflik. Ia meminta seluruh masyarakat agar selalu menjaga Kamtibmas saat menjelang natal dan tahun baru.(One/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *