Tahuna, TR – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe terus bergerak cepat menangani dampak pascagempa bumi. Pemerintah daerah memprioritaskan bantuan bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal dan mengalami kerugian material.
Langkah nyata langsung diambil oleh pihak pemerintah daerah demi menjamin keselamatan warga. Mereka resmi memperpanjang status tanggap darurat bencana selama tiga bulan ke depan. Keputusan ini berlaku setelah masa tanggap darurat sebelumnya berakhir pada 22 Juni lalu.
Perpanjangan status ini bertujuan untuk memaksimalkan proses penanganan di lapangan. Pemerintah daerah ingin memastikan seluruh warga terdampak mendapatkan bantuan yang layak. Fokus utama saat ini adalah membangun kembali ruang hidup masyarakat yang rusak.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Sangihe, Wandu Labesi, memberikan penjelasan terkait kebijakan ini. Pemerintah daerah di bawah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati sedang melobi pemerintah pusat. Mereka juga aktif berkomunikasi dengan Pemerintah Provinsi untuk mendapatkan dukungan anggaran.
Langkah strategis tersebut sangat penting untuk mempercepat pemulihan infrastruktur. Kehadiran dana stimulan akan membantu warga membangun kembali rumah mereka yang roboh. Warga yang mengalami kerusakan rumah tingkat berat juga menjadi prioritas utama.
“Perpanjangan status tanggap darurat dilakukan karena pemerintah daerah masih mengupayakan berbagai kebutuhan penanganan pascagempa,” ujar Wandu Labesi.
Penyaluran Bantuan Logistik Terus Berjalan di Kecamatan
Pemerintah daerah tidak menghentikan operasional bantuan selama proses pengajuan anggaran berlangsung. Petugas lapangan tetap mendistribusikan logistik secara rutin ke wilayah terdampak. Distribusi bantuan ini menjangkau beberapa kecamatan yang mengalami kerusakan paling parah.
Tim penanggulangan bencana menggunakan data akurat agar penyaluran bantuan tepat sasaran. Setiap keluarga terdampak menerima kebutuhan pokok dan barang mendesak secara bertahap. Pemerintah memastikan tidak ada warga yang terlewat dalam proses pemulihan ini.(Unk)













