MANADO, TR – Gelombang aksi tawuran yang melanda Kota Manado, Sulawesi Utara, kian mengkhawatirkan. Sejak awal Januari 2026, bentrokan antar kelompok di sejumlah titik tak kunjung mereda, bahkan aparat kepolisian yang berupaya melerai justru menjadi sasaran serangan.
Kericuhan terjadi di Kelurahan Sindulang, kawasan Pasar Unyil, Pasar Karombasan hingga Banjer. Hampir setiap pekan, warga di sekitar lokasi tersebut dihantui suara teriakan, lemparan benda keras, hingga anak panah wayer yang melayang di udara.
Upaya penindakan terus dilakukan. Puluhan terduga pelaku telah diamankan dan diproses hukum. Namun, eskalasi kekerasan belum sepenuhnya surut. Beberapa personel kepolisian bahkan dilaporkan menjadi korban akibat terkena panah wayer saat berusaha membubarkan massa.
Situasi ini memantik keprihatinan berbagai elemen masyarakat. Ketua Umum Torang Samua Basudara, Meneer Sam Sianata, mendesak aparat penegak hukum bertindak tegas demi memulihkan rasa aman di tengah warga.
“Saya mengharapkan aparat negara untuk berani bertindak sebagai satria negara, mengamankan Kota Manado agar tetap damai,” ujar Meneer Sam kepada Redaksi TeropongRakyat.com di Manado, Jumat (13/02/2026).
Menurutnya, semangat persaudaraan yang terangkum dalam slogan Torang Samua Basudara harus kembali digelorakan. Gagasan tersebut, yang pernah dipopulerkan oleh E.E. Mangindaan, dinilai relevan untuk meredam konflik sosial yang terus berulang.
“Slogan Torang Samua Basudara itu harus kita gaungkan di berbagai tempat. Jangan hanya menjadi kata-kata, tetapi menjadi sikap hidup,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran aktif pemerintah daerah dalam membangun dialog dan rekonsiliasi antar kelompok yang bertikai. Menurutnya, menjaga stabilitas keamanan bukan semata tugas aparat, melainkan tanggung jawab bersama seluruh pemangku kepentingan.
“Ini sebetulnya bukan tugas saya, tetapi pemerintah wajib meneruskan apa yang telah kami rintis, menyampaikan ke tiap pelosok agar semangat persaudaraan ini terus terbangun, sehingga Manado dan Sulawesi Utara tetap aman dan damai,” tandasnya.
Di tengah situasi yang masih memanas, harapan masyarakat kini tertuju pada langkah konkret aparat dan pemerintah untuk memutus mata rantai tawuran yang tak hanya meresahkan, tetapi juga mengancam keselamatan warga dan penegak hukum.(One/Red)













