MANADO, TeropongRakyat.com — Polemik jadwal keberangkatan dua kapal penumpang, KM Venecian dan KM Cantika Lestari F9 yang sama-sama berlayar dari Pelabuhan Manado di hari dan rute yang identik, mencuat di tengah kekhawatiran adanya gangguan terhadap operasional dan kegiatan bongkar muat di pelabuhan.
Menanggapi hal tersebut, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Manado menegaskan bahwa penerbitan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) telah dilakukan sesuai prosedur yang berlaku.
Kepala KSOP Manado Kolonel Marinir Amrul Adriansyah, S.E., M.H., melalui Kepala Seksi Status Hukum dan Sertifikasi Kapal Laut KSOP Manado, Cpt. Dadang Saepudin, menjelaskan bahwa penerbitan SPB dilakukan berdasarkan permohonan dari perusahaan pelayaran melalui sistem Inaportnet.
“Perlu diketahui bahwa KSOP merupakan unit pelaksana teknis Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran, sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 66 Tahun 2024, pasal 209 menyebutkan bahwa syahbandar memiliki kewenangan dalam menerbitkan SPB,” ujar Cpt. Dadang kepada wartawan, Selasa (15/07/2025).
Ia menegaskan bahwa KSOP hanya memproses permohonan keberangkatan berdasarkan pengajuan resmi dari pihak perusahaan pelayaran.
“Untuk keberangkatan kapal atau penerbitan SPB itu berdasarkan permohonan dari perusahaan pelayaran melalui sistem Inaportnet,” tambahnya.
Terkait jadwal keberangkatan yang berbarengan antara KM Venecian dan KM Cantika Lestari F9, Cpt. Dadang menyatakan hal tersebut bukan merupakan pelanggaran. Menurutnya, keberangkatan di hari dan rute yang sama memberikan pilihan lebih luas bagi masyarakat pengguna jasa transportasi laut.
“Keberangkatan KM Venecian dilakukan berdasarkan permohonan dengan rute Manado – Sofifi – Ternate – Kawasi – Buano – Ambon PP setiap hari Senin. Di hari yang sama, KM Cantika Lestari F9 juga mengajukan permohonan dengan rute tujuan Sofifi, sebagaimana tercatat dalam SPB yang kami terbitkan pada Senin, 14 Juli 2025,” jelasnya.
Pihak KSOP Manado juga mengimbau seluruh perusahaan pelayaran untuk terus meningkatkan pelayanan, khususnya dalam aspek keselamatan dan kenyamanan penumpang.
“Kami menghimbau semua perusahaan pelayaran yang kapalnya beroperasi di Pelabuhan Manado untuk dapat meningkatkan keselamatan, keamanan dan kenyamanan pelayaran. Ini penting agar dampaknya dirasakan langsung oleh pengguna jasa, baik dari Sulawesi Utara maupun masyarakat Maluku dan Maluku Utara,” pungkas Cpt. Dadang.(One/red)













