MANADO, TeropongRakyat.com — Polemik jadwal keberangkatan kapal di Pelabuhan Manado kembali mencuat seiring masuknya KM Cantika Lestari F9 yang menggunakan rute dan hari keberangkatan yang sama dengan KM Venecian. Situasi ini dikhawatirkan akan mengganggu operasional pelabuhan, menimbulkan risiko keselamatan, hingga memicu persaingan usaha yang tidak sehat.
KM Venecian milik PT Surya Pacific Indonesia (SPI) diketahui telah lama beroperasi secara reguler setiap hari Senin dengan rute Manado–Ternate–Sofifi–Kawasi–Buano–Ambon. Namun, kini rute dan jadwal tersebut juga diambil alih oleh KM Cantika Lestari F9, yang memicu kekhawatiran dari berbagai pihak.
Ketua Persatuan Pengusaha Bongkar Muat Indonesia (PPBMI) Sulawesi Utara, Irsyad Onggi, turut angkat bicara atas kondisi ini. Ia menyebut bahwa masuknya kapal baru di rute dan waktu yang sama akan sangat berdampak pada kegiatan bongkar muat di Pelabuhan Manado yang dermaganya terbatas.
“Dampak dari penambahan armada di hari dan rute yang sama, sudah empat kapal yang melakukan kegiatan bongkar muat di pelabuhan Manado, sementara dermaga sangat kecil. Ini akan berdampak pada efisiensi kegiatan bongkar muat,” ujar pria yang akrab disapa Ichad kepada wartawan, Senin (14/07).
Menurutnya, kondisi ini akan menyebabkan antrean kapal (tendreng) yang berlapis-lapis, dan dalam kondisi cuaca ekstrem, hal tersebut bisa sangat membahayakan.
“Dipastikan akan terjadi tendreng kapal sampai tiga kapal berlapis. Kalau terjadi tendreng saat cuaca ekstrem, itu sangat berbahaya. Bisa-bisa ada barang yang jatuh ke laut, bahkan orang juga bisa jatuh,” ungkapnya.
Ichad juga mengingatkan bahwa insiden akibat penumpukan kapal sudah pernah terjadi di masa lalu, bahkan sampai memakan korban jiwa.
“Pernah ada yang terjepit kapal, bahkan ada yang meninggal dunia karena kondisi seperti itu,” katanya.
Oleh karena itu, PPBMI Sulut meminta KSOP Manado untuk segera melakukan evaluasi ulang terhadap jadwal keberangkatan kapal-kapal tersebut agar tidak saling bertabrakan, terutama yang menggunakan jalur dan rute yang sama.
“Kami mohon agar tidak terjadi tendreng, karena masih bisa dirubah ke hari lain yang tidak berbenturan dengan jadwal kapal lain,” pintanya.
Ia juga menekankan bahwa jika dua kapal memiliki tujuan dan jadwal keberangkatan yang sama, maka tidak hanya mengganggu operasional, tetapi juga akan memicu persaingan bisnis yang tidak sehat.
“Pasti berdampak. Kalau tujuan dan jadwalnya sama, otomatis akan terjadi rebutan penumpang dan logistik. Itu sudah masuk ke persaingan yang tidak sehat,” tegasnya.
Diketahui, KM Venecian yang sudah beroperasi sejak 2023 kini harus bersaing langsung dengan KM Cantika Lestari F9 yang tiba-tiba hadir dengan trayek dan waktu keberangkatan yang identik. Pihak pelaku usaha pelayaran lokal pun merasa dirugikan dan menilai kebijakan ini berpotensi mematikan usaha yang telah berjalan.(One/Red)













