MANADO, TR – Sorak sorai penonton menggema di Taman God Bless Park Manado saat seorang petinju mungil melangkah percaya diri ke atas ring. Di antara deretan atlet yang tampil dalam ajang “Boxing on The Street” yang digelar Direktorat Binmas Polda Sulut, nama Eugenio Lamongi menjadi pusat perhatian.
Usianya baru 6 tahun 10 bulan. Tubuhnya kecil, masih duduk di bangku kelas satu sekolah dasar. Namun kelincahannya di atas ring tak bisa dipandang sebelah mata. Dengan gerakan cepat dan pukulan terarah, Eugenio sukses menaklukkan lawannya dari sudut biru dan mengamankan kemenangan perdananya.
Di balik senyum polosnya, tersimpan alasan kuat mengapa ia memilih dunia tinju.
“Karena nda suka kalau orang pukul, habis itu tamang ja buli to di sekolah makanya suka ikut tinju,” ujarnya lugas usai pertandingan.
Pengakuan itu sontak menyentuh banyak hati. Bagi Eugenio, tinju bukan sekadar olahraga, tetapi juga cara membangun keberanian dan melindungi diri. Ia mengaku baru dua kali naik ring. Pertandingan pertama berakhir dengan kekalahan, namun kali ini keberuntungan berpihak padanya.
“Baru dua kali ikut, pertama kalah dan ini untung,” katanya polos.
Meski telah merasakan manisnya kemenangan, cita-cita bocah tangguh ini justru jauh dari gemerlap ring. Saat ditanya tentang impiannya kelak, Eugenio menjawab mantap ingin menjadi pastor.
“Cita-cita jadi Pastor,” tegasnya.
Ajang “Boxing on The Street” yang digelar di God Bless Park Manado itu memang menyedot perhatian masyarakat luas. Antusiasme pecinta tinju terlihat dari ramainya penonton yang memadati lokasi sejak sore hari.
Direktur Binmas Polda Sulut, Kombes Pol Rio Alexander Panelewen, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pertandingan olahraga.
“Melalui ‘Boxing on The Street’, Ditbinmas Polda Sulut tak sekadar menghadirkan event olahraga, tetapi membangun ruang pembinaan yang inspiratif dan membentuk karakter generasi muda. Ke depan, kegiatan ini direncanakan akan digelar secara rutin dan diperluas ke berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Utara,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi wadah positif untuk mencari bibit-bibit baru dan atlet-atlet potensial di daerah. Dukungan penuh dari Kapolda Sulawesi Utara Irjen Pol Dr Roycke Harry Langie menjadi energi besar untuk keberlanjutan program tersebut.
Kehadiran Eugenio Lamongi menjadi bukti bahwa semangat dan keberanian tidak mengenal usia. Dari ring sederhana di ruang terbuka, lahir kisah kecil penuh makna tentang keberanian melawan rasa takut, tentang mimpi besar dari hati yang masih belia.(One/Red)













