Manado, TeropongRakyat.com – Akibat dihantam gelombang, sebuah kapal jenis Landing Craft Transport (LCT) bernama Remu Selatan Sorong karam di Teluk Manado, tepatnya di kawasan Megamas, Senin (27/10/2025).
Kapal dengan bobot GT 334 dan berawak sembilan orang itu diketahui membawa 54 ton batu holder saat berlayar dari dermaga tongkang Tateli menuju Kepulauan Sangihe.
Namun perjalanan tersebut berakhir tragis setelah kapal dihantam gelombang tinggi 4-5 meter di tengah cuaca ekstrem. Akibatnya, kapal nyaris terbalik sebelum akhirnya terdampar di pesisir kawasan Megamas Manado.
Hingga saat ini, kapal masih berada di tepi pantai dan menunggu proses evakuasi kapal tugboat (tunda).
Kepala KSOP Kelas III Manado, Amrul Adriansyah, melalui Kepala Seksi Keselamatan Berlayar, Penjagaan, dan Patroli (KBPP), Capt. Benaya Samri Yostavia, S.H., M.Mar, menjelaskan bahwa cuaca ekstrem menjadi penyebab utama insiden tersebut.
“Pada hari Senin sejak subuh, kondisi cuaca sangat ekstrem. Menurut keterangan para kru, tinggi gelombang mencapai 4-5 meter. Kapal dihantam gelombang besar hingga hampir terbalik,” ujar Capt. Benaya, saat dikonfirmasi, Rabu (29/10/2025).
Lebih lanjut, Benaya menyebut bahwa lima orang kru sempat melompat ke laut untuk menyelamatkan diri.
“Sekitar lima orang kru kapal terjun ke laut saat kapal oleng diterpa gelombang,” kata Benaya.
Meski sempat menurunkan jangkar, upaya itu tak mampu menahan laju kapal yang terus terdorong oleh gelombang besar dan angin kencang.
“Jangkar sudah diturunkan, namun gelombang dan kecepatan angin sangat ekstrem sehingga jangkar tidak mampu menahan bobot kapal,” jelasnya.
Sekitar pukul 10.00 WITA, kapal akhirnya terdampar di kawasan Megamas. Upaya evakuasi telah dilakukan oleh pemilik kapal, namun hingga kini belum ada kapal tunda yang bisa menjangkau lokasi untuk menariknya keluar dari pantai.
Capt. Benaya berharap agar kapal tersebut segera dievakuasi untuk mencegah potensi pencemaran laut di sekitar kawasan Megamas.
“Kami berharap kapal tersebut segera dievakuasi agar tidak terjadi pencemaran laut di kawasan Megamas,” tandasnya.(One/Red)













