MANADO, TR – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe mengambil langkah strategis untuk memperluas jangkauan pasar pariwisata mereka. Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, resmi menandatangani kesepakatan bersama dengan PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) di Bandara Internasional Sam Ratulangi, Selasa (3/3/2026). Kerja sama ini memfokuskan pada promosi intensif potensi wisata daerah di gerbang utama udara Sulawesi Utara.
Pemerintah daerah kini mendapatkan ruang strategis untuk menampilkan identitas visual dan informasi wisata Sangihe. Melalui kesepakatan ini, pengelola bandara menyediakan area khusus untuk pemasangan logo, materi visual, hingga penempatan booth pusat informasi. Langkah ini bertujuan agar para pelancong domestik maupun mancanegara langsung mengenal pesona Sangihe setibanya mereka di Manado.
Bupati Michael Thungari memberikan apresiasi tinggi kepada manajemen PT Angkasa Pura Indonesia. Beliau merasa sangat terbantu karena pihak bandara memberikan dukungan penuh tanpa membebankan biaya promosi kepada pemerintah kabupaten. Sinergi ini menjadi angin segar bagi percepatan ekonomi kreatif dan sektor wisata di kepulauan tersebut.
Data kunjungan wisatawan ke Sulawesi Utara memang menunjukkan tren yang sangat positif dalam dua tahun terakhir. General Manager Bandara Sam Ratulangi, Radityo Ari Purwoko, mengungkapkan bahwa penumpang internasional tumbuh sebesar 19 persen. Jika pada 2024 tercatat 226.001 penumpang, angka tersebut melonjak drastis menjadi 268.063 orang pada tahun 2025.
Wisatawan asal Tiongkok masih mendominasi pasar dengan kontribusi mencapai 70 persen dari total kunjungan. Kondisi ini menjadi peluang emas yang harus Sangihe manfaatkan dengan maksimal. Apalagi posisi geografis Sulawesi Utara memiliki keunggulan karena sangat dekat dengan kawasan Asia Timur dan Pasifik.
Pesona Wisata Petualangan yang Mendunia
Kabupaten Kepulauan Sangihe menawarkan karakter wisata petualangan yang unik bagi para pelancong. Wisatawan biasanya menempuh perjalanan laut yang eksotis dari Manado, lalu melintasi jalur darat pegunungan yang menantang. Keunikan alam ini menjadi daya tarik utama bagi mereka yang mencari pengalaman berbeda dari destinasi wisata konvensional.
Destinasi unggulan seperti Gunung Api Bawah Laut Banua Wuhu dan Pantai Pananuareng kini siap menyambut lebih banyak pengunjung. Selain itu, terdapat pula Pulau Kalama, Air Terjun Malega, hingga Puncak Nawirahi yang memukau. Dengan kehadiran fasilitas Tourism Information Center (TIC) di bandara, akses informasi mengenai destinasi-destinasi tersebut kini berada dalam genggaman wisatawan.(Tim)













