MANADO, TR – Atmosfer olahraga membuncah di kawasan God Bless Park, Senin sore (16/02/2026). Ajang Boxing on The Street resmi digelar oleh Ditbinmas Polda Sulawesi Utara bersama Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina), menghadirkan semangat sportivitas sekaligus ruang pembinaan positif bagi generasi muda.
Kegiatan ini turut dihadiri langsung Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, yang menyaksikan pertarungan demi pertarungan para atlet dari berbagai sasana di Sulut.
Usai pertandingan, Gubernur menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif turnamen bergengsi yang digagas Ditbinmas Polda Sulut.
“Sangat bagus ide Kombes Rio dan kawan-kawan. Saya lihat antusias dari sasana-sasana ini, termasuk para atlet, sangat baik persiapannya,” ujar Yulius Selvanus kepada wartawan.
Menurutnya, ajang ini bukan sekadar pertandingan, tetapi momentum membangkitkan kembali kejayaan tinju Sulawesi Utara. Ia menegaskan bahwa Sulut pernah mencatat sejarah emas di ajang SEA Games dan semangat itu harus dihidupkan kembali.
“Semangat olahraga kita, semangat pertinjuan kita sudah ada contohnya. Kita pernah menyumbangkan emas untuk Indonesia, khususnya Sulawesi Utara di ajang SEA Games,” tegasnya.
Gubernur pun menginstruksikan seluruh bupati dan wali kota se-Sulut untuk menggerakkan pembinaan olahraga di daerah masing-masing dengan menyiapkan sarana dan prasarana yang memadai.
“Semua kabupaten harus bergerak. Saya sudah perintahkan bupati dan wali kota untuk menyiapkan sarana olahraga supaya masyarakat bisa berolahraga dan berprestasi,” tandasnya.
Sementara itu, Dirbinmas Polda Sulut Kombes Pol Rio Alexander Panelewen menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari strategi pembinaan sekaligus upaya meminimalisir angka kriminalitas dan aksi tawuran di Kota Manado.
“Saya melihat kegiatan ini sangat positif untuk mencari bibit-bibit baru. Atlet-atlet baru. Bapak Kapolda sangat mendukung dan memberi izin untuk kebaikan. Kita sebagai kepolisian harus mendukung,” ujarnya.
Sebanyak 160 petinju dari 19 sasana turun bertanding dalam enam kategori, yakni Elite Man Putra-Putri (19–40 tahun), Youth Man Putra-Putri (17–18 tahun), Junior Putra-Putri (15–16 tahun), Mini Junior Putra-Putri (13–14 tahun), serta Semi Junior Putra-Putri (10–12 tahun). Bahkan, partisipasi anak-anak usia dini menjadi daya tarik tersendiri dalam ajang ini.
Pertandingan digelar selama dua hari, 16 hingga 17 Februari 2026. Meski sejumlah atlet telah mendaftar namun belum menemukan lawan sekelas sesuai regulasi berat badan Pertina, antusiasme peserta tetap tinggi.
“Rencana ini dua hari dan diikuti oleh 19 sasana. 19 sasana dan 160 petinju dan ada juga yang daftar tapi tidak ketemu kelas karena memang regulasi dari pertina kelas yang dipertandingkan ini mengikuti berat badan dan banyak juga yang sudah mendaftar tapi belum menemukan lawan,” Tandasnya.
Melalui “Boxing on The Street”, Ditbinmas Polda Sulut tak sekadar menghadirkan event olahraga, tetapi membangun ruang pembinaan yang inspiratif dan membentuk karakter generasi muda. Ke depan, kegiatan ini direncanakan akan digelar secara rutin dan diperluas ke berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Utara.
Tinju bukan sekadar adu pukul, tetapi tentang disiplin, kejujuran, dan mental baja. Dan dari jantung Kota Manado, semangat itu kembali dinyalakan.(One/Red)
