Manado, TeropongRakyat.com – Denyut pariwisata Sulawesi Utara terus menunjukkan geliat positif memasuki awal 2026. Momentum libur panjang menjadi berkah tersendiri bagi sektor perhotelan, salah satunya Hotel Grand Luley Manado yang mencatat lonjakan tingkat hunian secara signifikan.
Di setiap akhir pekan panjang, kamar-kamar resort yang berada di pesisir Manado ini nyaris terisi penuh. Okupansi bahkan kerap menembus angka 80 persen, seiring tingginya minat wisatawan untuk menikmati keindahan laut Sulawesi Utara.
Resort Manager Grand Luley Manado, Ebsan Matoneng, mengatakan peningkatan hunian kerap terjadi secara cepat dan tidak terduga. Pola pemesanan mendadak atau same day reservation menjadi fenomena yang hampir selalu muncul saat akhir pekan dan hari libur.
“Pagi hari mungkin baru setengah terisi, tapi siangnya bisa langsung melonjak drastis. Dalam hitungan jam saja kamar bisa terisi 70 sampai 80 persen, bahkan penuh,” ujarnya.
Lonjakan tersebut tidak hanya ditopang wisatawan domestik. Kehadiran wisatawan mancanegara, khususnya asal Korea Selatan, menjadi faktor penting dalam tingginya okupansi Grand Luley. Para turis Negeri Ginseng ini dikenal datang dengan agenda wisata laut yang padat, mulai dari diving, snorkeling, hingga petualangan bahari lainnya.
Menariknya, Grand Luley tak sekadar menjadi tempat menginap. Resort ini juga menjadi pusat aktivitas laut bagi wisatawan Korea yang memilih bermalam di hotel lain di pusat Kota Manado. Dari kawasan inilah mereka berangkat menuju destinasi unggulan seperti Bunaken dan Pulau Nain.
“Kebanyakan aktivitas lautnya tetap di sini. Diving, snorkeling, sampai island hopping semuanya terpusat di Grand Luley,” jelas Ebsan.
Menurutnya, kekayaan bawah laut Sulawesi Utara memiliki daya tarik emosional tersendiri bagi wisatawan Korea. Penyu, yang mereka sebut Kobugi, menjadi ikon yang paling diburu, selain terumbu karang dan keanekaragaman ikan di Taman Laut Bunaken. Spot Pasir Timbul di Pulau Nain juga menjadi lokasi favorit untuk berburu foto.
Tak hanya pesona laut, destinasi pegunungan pun ikut melengkapi pengalaman wisata mereka. Kawasan Bukit Kasih Kanonang, dengan pemandian air panasnya, menjadi salah satu tujuan darat yang rutin masuk dalam agenda perjalanan.
Mengantisipasi lonjakan tamu, manajemen Grand Luley telah menyiapkan pola layanan terintegrasi, mulai dari penjemputan di bandara hingga penyambutan di area hotel. Setibanya di resort, tamu diarahkan untuk menikmati sajian ringan sebelum memasuki kamar.
Dari sisi pemasaran, strategi harga diterapkan secara dinamis. Promo disesuaikan dengan musim kunjungan, dengan fokus mempertahankan harga saat periode ramai dan mendorong promo khusus ketika memasuki masa sepi, terutama untuk menarik wisatawan lokal.
Dengan tren kunjungan yang terus meningkat, Grand Luley Manado optimistis pariwisata Sulawesi Utara akan semakin bergairah dan menjadi destinasi unggulan, baik bagi wisatawan nusantara maupun mancanegara.(One/Red)













