banner 846x362

Kementerian Dukbangga dan DPR RI Sinergi Cegah Stunting, Gelar Fasilitasi Teknis Program Bangga Kencana di Manado

Manado, TeropongRakyat.com – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Dukbangga/BKKBN) menggelar kegiatan Fasilitasi Teknis Program Bangga Kencana Bersama Mitra Kerja di Hotel Luansa, Manado, Jumat (10/10/2025).

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menekan angka stunting dan meningkatkan kesejahteraan keluarga di Indonesia.

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Menteri Dukbangga, Dr. Wihaji, S.Ag., M.Pd., Ketua Komisi IX DPR RI Felly Runtuwene, Kepala BKKBN Sulawesi Utara dr. Jeanny Yola Winokan, MAP, serta sejumlah guru dan orang tua asuh program cegah stunting.

Ketua Komisi IX DPR RI, Felly Runtuwene menegaskan pentingnya komitmen bersama antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat untuk menyukseskan program Bangga Kencana.

“Kami datang bersama menteri karena kita masih punya PR besar untuk masyarakat Indonesia, khususnya Sulawesi Utara, dalam urusan stunting. Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga ini mengurus manusia sejak dalam kandungan hingga lansia,” ujar Felly kepada wartawan.

Felly juga menekankan bahwa keberhasilan program pemerintah sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat.

“Ada program pemerintah yang tentu memerlukan dukungan dari masyarakat. Program ini bisa berjalan apabila ada perhatian dan kemauan untuk bekerja sama, baik dari masyarakat maupun pemerintah daerah,” tambahnya.

Sementara itu, Menteri Dukbangga Dr. Wihaji menyampaikan bahwa upaya menuju Indonesia maju membutuhkan kerja kolaboratif semua pemangku kepentingan.

“Untuk menjadi negara maju dan modern, kita tidak bisa bekerja sendiri. Konsep pentahelix harus dijalankan semua pihak harus terlibat. Saya berterima kasih kepada Ketua Komisi IX DPR RI sebagai mitra kerja yang tidak hanya mengawasi, tetapi juga mendukung penganggaran dan pembentukan regulasi,” ujar Wihaji.

Lebih lanjut, Wihaji menekankan pentingnya sinergi antara eksekutif, legislatif, dan masyarakat dalam menghadapi berbagai persoalan siklus kehidupan yang berpotensi menyebabkan stunting.

“Seperti yang disampaikan Ibu Felly, kita harus bekerja bersama dan bergerak langkah demi langkah. Mulai dari masa kandungan, masa tumbuh kembang anak, hingga lansia semua harus diperhatikan. Program orang tua asuh cegah stunting akan kita dukung serius agar harapan dari eksekutif dan legislatif bisa berjalan seiring,” tandasnya.

Melalui kegiatan ini, Kementerian Dukbangga berharap terjalin sinergi yang lebih kuat antara pemerintah pusat, daerah, DPR RI, tenaga pendidik, serta masyarakat untuk menekan angka stunting dan mewujudkan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan produktif.(One/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *