banner 846x362

Hashim Djojohadikusumo Hadiri Paskah Nasional di Manado, Ajak Umat Kristiani Bersatu

MANADO, TR – Utusan Khusus Presiden, Hashim Djojohadikusumo hadiri Paskah Nasional 2026 yang berlangsung meriah di Kawasan Pohon Kasih Megamas, Manado, Sulawesi Utara, Rabu (08/04/2026).

Kehadiran sosok yang juga adik kandung Prabowo Subianto ini menjadi magnet utama bagi puluhan ribu jemaat yang memadati lokasi acara sejak pagi hari. Partisipasi Hashim Djojohadikusumo hadiri Paskah Nasional tersebut mempertegas komitmen pemerintah dalam menjaga kerukunan antarumat beragama di Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Hashim menjelaskan bahwa agenda besar ini lahir dari diskusi mendalam antar berbagai elemen masyarakat. Beliau mengapresiasi inisiatif para pimpinan gereja dan aparat keamanan yang telah bekerja keras mewujudkan acara ini. Hashim mengaku sangat antusias ketika menerima tawaran untuk terlibat langsung dalam perayaan di tanah kelahirannya.

“Sesungguhnya penggagas ini kolektif bersama. Saya didatangi oleh Ketua Sinode terpilih, Pak Adolf Wenas bulan lalu, bersama Kapolda, bersama kakaknya, dan kawan-kawan semuanya punya gagasan untuk acara Paskah. Saya menyambut dengan sangat positif karena saya rindu ke tanah air saya Minahasa,” ujar Hashim di hadapan massa yang antusias.

Selanjutnya, Utusan Khusus Presiden ini menyoroti relevansi tema Paskah tahun ini yang diambil dari Injil Yohanes 17. Pesan mengenai persatuan menjadi poin sentral dalam pidatonya, terutama saat dunia menghadapi tantangan yang sangat kompleks. Hashim mengingatkan jemaat bahwa solidaritas nasional adalah kunci utama untuk menghadapi gejolak ekonomi dan politik internasional.

“Saya melihat tema hari ini sangat tepat, supaya kita semua menjadi satu. Kita harus bersatu di tengah dinamika global. Kita tahu ada dua konflik besar yang terjadi, yaitu di Ukraina dan di Timur Tengah,” tambahnya dengan nada bicara yang tegas dan penuh semangat.

Simbol Solidaritas Umat Kristiani Indonesia

Kehadiran puluhan ribu orang dari berbagai pelosok Sulawesi Utara membuktikan bahwa semangat Paskah tetap kuat di hati masyarakat. Oleh karena itu, acara ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan wujud nyata komitmen warga untuk merawat keragaman bangsa. Melalui kebersamaan ini, jemaat diharapkan dapat membawa pesan damai dan menjadi terang bagi lingkungan sekitar mereka.

Pemerintah berharap momentum ini mampu memperkokoh persaudaraan nasional di masa depan. Perayaan berakhir dengan suasana khidmat dan damai, mencerminkan identitas Sulawesi Utara sebagai laboratorium kerukunan umat beragama di Indonesia.(One/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *