banner 846x362

Alasan Baliho Paskah Nasional Tanpa Foto Gubernur Sulut Terungkap

MANADO, TR – Panitia Paskah Nasional akhirnya memberikan penjelasan resmi terkait polemik baliho Paskah Nasional yang tidak menyertakan foto Gubernur Sulawesi Utara (Sulut). Isu ini sempat memicu perbincangan hangat di media sosial setelah mendapat kritikan tajam dari berbagai pihak mengenai absennya wajah pemimpin daerah dalam publikasi tersebut.

Namun, panitia menegaskan bahwa desain baliho Paskah Nasional tersebut murni mengikuti standar protokol acara berskala nasional yang berlaku secara ketat.

Baca juga:https://teropongrakyat.com/paskah-nasional-2026-manado-megamas/

Wakil Sekretaris Paskah Nasional, Pdt. Ricky Tafuama, menjelaskan bahwa tidak adanya foto Gubernur bukan merupakan bentuk pengabaian. Ia menyebutkan bahwa dalam acara kenegaraan, struktur publikasi biasanya hanya menonjolkan Kepala Negara dan panitia pelaksana sebagai fokus utama. Oleh karena itu, para menteri pendukung pun tidak tampil dalam baliho resmi tersebut demi menjaga keseragaman visual.

“Ini acara Nasional. Para Menteri pendukung acara ini juga tidak disertakan fotonya dalam baliho resmi panitia. Mengapa? Karena dalam acara nasional seperti ini, hanya Presiden dan panitia inti yang ditonjolkan,” ujar Pdt. Ricky Tafuama dalam keterangan resminya kepada media di Manado.

Meskipun foto Gubernur tidak ada dalam baliho resmi panitia, Pdt. Ricky meluruskan bahwa dukungan Pemerintah Provinsi Sulut tetap terlihat sangat jelas. Gubernur Sulut justru telah mengambil inisiatif mandiri dengan memasang berbagai alat peraga di titik strategis. Hal ini menjadi bukti sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan panitia pusat dalam menyambut tamu-tamu penting.

“Jika Gubernur hendak mendukung, maka seharusnya Gubernur yang membuat baliho tersendiri sebagai bentuk dukungannya terhadap acara ini. Dan saya kira itu sudah dilakukan Gubernur Sulut,” tambahnya. Ia mencontohkan keberadaan baliho sambutan Gubernur di area Bandara yang menyambut kedatangan Pak Hasyim serta tamu VVIP lainnya dengan sangat baik.

Waspadai Upaya Memecah Belah Persatuan

Pihak panitia sangat menyayangkan adanya analisa politik yang mencoba membenturkan berbagai pihak terkait desain visual ini. Pdt. Ricky menilai pernyataan yang memojokkan panitia justru berpotensi menciptakan gesekan yang tidak perlu antara pemerintah pusat dan daerah. Padahal, fokus utama saat ini adalah kesuksesan acara yang membawa pesan perdamaian bagi seluruh elemen bangsa.

“Saya justru khawatir pernyataan dan analisa seperti ini adalah bentuk upaya membentur-benturkan Presiden, Pak Hasyim, dan Gubernur. Ini politik memecah belah persatuan dari pihak yang tidak mendukung acara ini,” tegas Ricky dengan nada serius.

Kini, panitia berharap masyarakat bisa tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh isu teknis agar esensi Paskah tetap terjaga dengan penuh khidmat.(Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *