MANADO, TR – Memasuki awal Ramadan, Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sulawesi Utara memperkuat pengawasan di seluruh pintu pemasukan dan pengeluaran.
Langkah ini dilakukan di pelabuhan laut dan bandara sebagai bentuk konsistensi penguatan biosekuriti. Tujuannya memastikan keamanan dan mutu pangan tetap terjaga di tengah meningkatnya distribusi barang dan mobilitas penumpang hingga Idulfitri.
Kepala Karantina Sulawesi Utara, Agus Mugiyanto, menegaskan petugas tetap siaga 24 jam setiap hari. Namun, selama Ramadan intensitas pemeriksaan fisik dan dokumen ditingkatkan.
“Setiap bahan pangan yang keluar masuk Sulawesi Utara harus sehat, aman, serta bebas dari Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK), Hama Penyakit Ikan Karantina (HPIK), dan Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK),” ujarnya, Jumat (20/02).
Menurutnya, penguatan pengawasan memberi jaminan kepada masyarakat bahwa komoditas untuk kebutuhan sahur dan berbuka telah melalui prosedur karantina ketat.
Berdasarkan tren tahunan, periode Ramadan hingga Idulfitri selalu diikuti lonjakan volume pengiriman bahan pangan. Data Best Trust (Barantin Electronic System for Transaction and Utility Service Technology) pada Ramadan 2025 mencatat kenaikan signifikan sejumlah komoditas.
Pengiriman telur mencapai 746 ton dibandingkan 592 ton pada bulan biasa, atau naik 26,01 persen. Frekuensi pengiriman melonjak dari 470 kali menjadi 770 kali, meningkat 63,83 persen.
Komoditas daging sapi juga mengalami kenaikan. Volume tercatat 14,78 ton dari rata-rata 13,82 ton, atau naik 6,94 persen. Frekuensi pengiriman bertambah dari 27 kali menjadi 43 kali, meningkat 59,26 persen.
Selain distribusi logistik, Karantina Sulawesi Utara mewaspadai peningkatan barang bawaan penumpang kapal laut seiring arus mudik lebih awal.
Pengawasan dilakukan di sejumlah titik strategis, termasuk Bandara Internasional Sam Ratulangi, Pelabuhan Manado, Bitung, Tahuna, Siau, dan Melonguane.
“Lonjakan lalu lintas komoditas tidak boleh melonggarkan standar biosekuriti. Seluruh komoditas hewan, ikan, dan tumbuhan wajib melalui pemeriksaan karantina demi menjaga keamanan pangan nasional,” tegas Agus.
Penguatan pengawasan ini akan terus disiagakan hingga puncak arus mudik dan arus balik Lebaran, sebagai prioritas perlindungan masyarakat serta kelancaran distribusi pangan yang aman dan bermutu.(RL)













