Oleh : Irfan Hi. Abd. Rahman
Rektor Universitas Pasifik (UNIPAS) Morotai
Editor : Marone Dias Asone
Morotai, TR – Pendidikan tinggi masih menjadi persoalan mendasar dalam agenda pemerataan pembangunan di Indonesia. Ketimpangan akses antarwilayah terutama antara pusat, tengah dan daerah kepulauan membuat pendidikan tinggi kerap menjadi privilese geografis bagi yang beruntung berada daerah tengah dan pusat kekuasaan.
Selama puluhan tahun, kondisi ini melahirkan ketergantungan struktural wilayah periferi (pinggiran) terhadap tengah dan pusat sekaligus mendorong migrasi generasi muda harus keluar daerah demi memperoleh pendidikan tinggi yang katanya lebih layak. Kondisi ini telah lama dibiarkan bahkan seolah sengaja tidak di urus, seolah kecerdasan anak bangsa seperti dimonopoli oleh wiayah tertentu. Situasi ini tidak bisa dibiarkan sebab tersirat seakan-akan untuk memajukan peradaban hanya milik mereka yang dekat dengan pusat kekuasaan dan kekuatan ekonomi.
Dalam konteks itulah kehadiran Universitas Pasifik (UNIPAS) Morotai memiliki arti yang melampaui fungsi institusi akademik semata. Di usia yang ke 13 tahun, UNIPAS membuktikan bahwa pendidikan tinggi dapat tumbuh dan bertahan di wilayah terluar Indonesia, sekaligus relevan dengan tantangan zaman. Bagi Masyarakat di wiayah pinggiran, UNIPAS menjadi tumpuan harapan agar anak-anak pinggiran Indonesia tidak berkecil hati, tidak percaya diri untuk berkonstribusi terhadap bangunan peradaban yang sedang di bangun umat manusia Indonesia hanya karena keberadaan kita yang jauh dari pusat-pusat kekuasan dan ekonomi. Kehadirian UNIPAS memberi harapan bagi generasi muda untuk tidak lagi meninggalkan kampung halaman demi mengenyam bangku kuliah, sekaligus menjadi ikhtiar nyata memutus rantai brain drain yang selama ini menghambat Pembangunan di wilayah pinggiran Indonesia.
UNIPAS berdiri melalui Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 08/E/O/2013 tertanggal 10 Januari 2013, yang kemudian disempurnakan melalui SK Nomor 45/E/O/2013 pada 5 Februari 2013. Sejak awal, mandat pendiriannya jelas untuk memperluas akses pendidikan tinggi di wilayah kepulauan, khususnya di Provinsi Maluku Utara yang memiliki karakter geografis ekstrem kepulauan.
Gagasan pendirian UNIPAS lahir dari kesadaran elite lokal Morotai, dipelopori oleh Bapak Bupati Pulau Morotai Drs. Rusli Sibua. Melalui Yayasan Perguruan Morotai yang disahkan secara hukum pada 28 November 2011, ia menggagas program “satu rumah satu sarjana”. Untuk itulah UNIPAS Morotai di dirikannya. Sebab baginya Pendidikan dipandang bukan sekadar investasi individual, melainkan infrastruktur sosial yang menentukan masa depan kemajuan daerah dan bangsa di masa yang akan datang.
UNIPAS yang lokasinya berada di Pulau Morotai Provinsi Maluku Utara tepatnya digaris depan Indonesia di Samudra Pasifik, berbatasan langsung dengan Filipina di Utara, palau dan Jepang serta berada di jalur perdagangan maritim strategis. Posisi ini memberi peluang besar bagi UNIPAS untuk berkembang sebagai perguruan tinggi yang berfokus pada isu-isu pulau kecil, ekonomi biru, dan ketahanan iklim. Tema-tema ini semakin krusial dalam percaturan kawasan Indo-Pasifik. Potensi ekonomi biru kawasan Pasifik yang diproyeksikan bernilai triliunan dolar AS harus diimbangi dengan kapasitas sumber daya manusia lokal yang memahami tantangan khas wilayah kepulauan seperti kenaikan muka laut, eksploitasi sumber daya laut, hingga kerentanan bencana. Di sinilah peran perguruan tinggi lokal menjadi strategis. Untuk itu UNIPAS kedepan akan diarahkan untuk mengembangkan kajian lintas disiplin tentang keberlanjutan pulau kecil, inovasi ekonomi maritim, dan tata kelola kawasan pesisir yang adil serta sosial budaya dan pemerintahan daerah.
Paradigma tersebut sejalan dengan pemikiran Paulo Freire yang memandang pendidikan sebagai proses pembebasan. Pendidikan tidak boleh bersifat pasif, tetapi harus kontekstual dan kritis terhadap realitas sosial. Pendekatan ini diterjemahkan UNIPAS melalui kurikulum berbasis OBE ( Outcome based education) yang mengaitkan isu-isu akutual baik secara lokal, nasional dan global seperti perubahan iklim dan ekonomi sirkular dengan realitas lokal masyarakat pesisir Morotai .
Dalam perjalanannya, kepercayaan publik terhadap UNIPAS terus mengalami peningkatan. Data Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti) menunjukkan pertumbuhan jumlah mahasiswa yang signifikan dari tahun ke tahun. Ribuan alumni UNIPAS kini berkiprah di berbagai sektor seperti sektor pendidikan, birokrasi, kewirausahaan lokal, hingga aktivis sosial.
Pendidikan tinggi terbukti menjadi jalan mobilitas sosial dan penguatan kapasitas masyarakat periferi Indonesia, sebagaimana ditegaskan Pierre Bourdieu tentang peran pendidikan dalam membangun modal kultural dan memperluas peluang hidup. Di bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, UNIPAS secara konsisten mendorong dosen mengakses hibah nasional dengan tema-tema relevan Kawasan kepulauan dan Pasifik. Selain itu seluruh program studi telah terakreditasi “Baik” oleh BAN-PT dan LAM. UNIPAS juga terus mendorong peningkatan kualifikasi pendidikan dosen, penguatan publikasi ilmiah, serta pengelolaan jurnal terindeks nasional menjadi bagian dari komitmen peningkatan mutu berkelanjutan. Ke depan, tantangan UNIPAS tidaklah ringan.
Transformasi digital, tuntutan kesiapan lulusan menghadapi dunia kerja, serta dinamika kebijakan pendidikan tinggi yang terus berubah menuntut adaptasi yang cepat dan cermat. Namun, sebagaimana diingatkan Amartya Sen, keberhasilan pendidikan tidak semata diukur dari angka dan peringkat ditetapkan, melainkan dari sejauh mana ia memperluas kapabilitas manusia dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Pada akhirnya, 13 tahun UNIPAS Morotai menegaskan satu hal penting bahwa pendidikan tinggi tidak boleh terpusat di kota-kota besar semata atau di pusat-pusat kekuasan dan ekonomi. Justru dari wilayah periferi seperti Morotai, pendidikan menemukan makna sejatinya sebagai instrumen keadilan, pemerataan, dan penguatan martabat manusia Indonesia. Dan dari tepian Samudra Pasifik, UNIPAS ikut merajut harapan Indonesia agar lebih inklusif dan berkeadilan.
“Selamat Dies Natalis Universitas Pasifik Morotai ke-13 Tahun Teruslah bertumbuh dengan ilmu dan karya”













