Manado, TeropongRakyat.com – Kawasan Mako kepolisian seharusnya menjadi tempat paling aman dari segala bentuk kejahatan. Namun fakta mencengangkan justru terjadi di Polres Minahasa. Dimana sebuah mobil mewah jenis Toyota Fortuner 2.4 VRZ 4×4 A/T yang berstatus barang bukti, milik pensiunan perwira Polri berpangkat AKP (Purn) Saleh Paramata, raib dari halaman parkir Mapolres Minahasa.
Peristiwa ini kian menguatkan dugaan adanya praktik tak beres di internal kepolisian. Mobil yang biasa direntalkan oleh korban itu awalnya dilaporkan hilang sejak 5 November 2025. Setelah pencarian panjang, kendaraan tersebut akhirnya ditemukan pada 20 November 2025 di sebuah bengkel cutting sticker di wilayah Tondano, dalam penguasaan seorang anggota polisi bernama BRIPTU CB.
Penemuan mobil itu sempat memicu ketegangan antara korban dan oknum anggota polisi tersebut. Situasi kemudian diamankan oleh tim Buser Polres Minahasa yang dipimpin langsung Kanit Buser Bripka Suryadi. Mobil lalu dibawa kembali ke Mapolres Minahasa untuk proses penyelesaian lebih lanjut.
Setibanya di Mapolres, mobil dinyatakan aman dan diparkir di area dekat halaman Sat Reskrim Polres Minahasa. Tak lama berselang, korban AKP (Purn) Saleh Paramata diajak Kanit Buser Bripka S bersama beberapa anggota untuk makan di dekat Mapolres.
Namun kejanggalan kembali terjadi. Sekitar dua jam kemudian, saat korban kembali ke Mapolres, mobil tersebut sudah tidak berada di lokasi parkir.
“Ketika saya pergi makan bersama Kanit Buser Bripka S dan beberapa anggotanya, berselang sekitar dua jam kemudian saat kembali ke Polres, mobil itu sudah tidak ada. Ini aneh, mobil bisa hilang dari dalam Polres,” ungkap Saleh dengan nada kecewa.
Menanggapi kasus memalukan ini, Kapolres Minahasa AKBP Steven J.R. Simbar, S.I.K. membenarkan bahwa pihaknya sedang melakukan pemeriksaan internal terhadap anggotanya yang diduga terlibat.
“Oh ini yang Clif. Iya, kita lagi periksa itu. Kita tidak tahu bagaimana pembicaraan mereka antar Surya dan itu gimana, karena tidak ada laporan di penjagaan,” ujar Kapolres saat dikonfirmasi wartawan melalui sambungan telepon, Minggu (14/12/2025).
Kapolres juga mengungkapkan bahwa rekaman CCTV telah mengantongi bukti penting, di mana kendaraan tersebut terdeteksi keluar dari area Mapolres. Hal ini semakin menguatkan dugaan keterlibatan oknum.
“CCTV sudah ada saat mobil dibawa keluar. Kita sedang kumpulkan saksi-saksi. Kemungkinan dorang Deng dorang itu,” ungkapnya.
Hingga kini, mobil yang berstatus barang bukti tersebut masih dalam pencarian. Tim penyidik terus mendalami siapa pihak yang membawa kendaraan keluar dari Mapolres Minahasa.
“Ini sementara dicari siapa yang membawa mobil keluar. Keterangan mereka masih berubah-ubah. Kalau semua sudah lengkap, pasti akan kami sampaikan,” tegas Kapolres.
Raibnya barang bukti mobil mewah dari dalam kawasan Mapolres Minahasa menimbulkan indikasi kuat adanya permainan oknum polisi, bahkan diduga terkait sindikat curanmor.
Kasus ini juga telah dilaporkan ke Bid Propam Polda Sulut dan sedang dalam proses pemeriksaan.
Sementara itu, korban AKP (Purn) Saleh Paramata berharap Polres Minahasa bertindak tegas dan transparan dalam mengusut kasus ini hingga tuntas.
“Ini sudah mengarah ke sindikat curanmor. Saya berharap oknum yang terlibat ditindak tegas dan mobil saya segera dikembalikan dalam keadaan utuh,” tandasnya.
Kasus ini menjadi tamparan keras bagi institusi kepolisian, Polres Minahasa dalam membersihkan praktik kotor oknum-oknum tidak bertanggungjawab yang mencederai institusi penegak hukum.(One/Red)













