banner 846x362

Pasca Tarkam di Watuliney, Polres Minahasa Tenggara Berhasil Amankan 26 Orang Termasuk Pembuat Panah Wayer dan Pembawa Sajam

MITRA, TeropongRakyat.com– Pasca tawuran antar kampung di Desa Watuliney dan Molopar Raya, Polres Minahasa Tenggara bergerak cepat mengamankan total 26 orang yang diduga terlibat dalam aksi tawuran yang menyebabkan kerusakan rumah warga hingga merembet ke rumah ibadah.

Kasat Reskrim Polres Minahasa Tenggara, AKP Lutfi Arinugraha Pratama, mengungkapkan bahwa hingga Kamis (04/12) terdapat 19 remaja yang diamankan sebagai terduga pelaku tawuran.

“Perkembangan terakhir ada 19 orang yang diamankan. Aksi ini mengakibatkan kerusakan rumah-rumah warga dan rumah ibadah gereja. Terduga pelaku tawuran remaja 19 orang dan masih berkembang,” ujar AKP Lutfi kepada wartawan.

Terkait kerusakan pada gereja, Lutfi menegaskan bahwa insiden tersebut bukan tindakan yang disengaja, melainkan akibat lemparan liar antar kelompok yang saling serang.

“Rumah ibadah itu bukan sengaja dilempar. Mereka ini saling lempar secara membabi buta. Belum tahu siapa yang melempar karena situasi kacau dan saling serang. Kebetulan lemparan itu mengenai gereja,” jelasnya.

Selain para pelaku tawuran, polisi juga mengamankan lima orang pembuat panah wayer.

“Pelaku pembuatan panah wayer lima orang berhasil kami amankan,” tegas Lutfi.

Tak hanya itu, dua warga turut ditangkap setelah kedapatan membawa senjata tajam saat petugas melakukan razia pasca tawuran di pertigaan Watuliney.

“Pelaku pembawa sajam dua orang warga diamankan saat dilakukan swiping. Mereka tertangkap tangan membawa sajam,” tambahnya.

Polres Minahasa Tenggara memastikan proses penyelidikan masih berlanjut dan akan menindak tegas setiap bentuk provokasi maupun tindakan yang berpotensi memicu konflik di wilayah Minahasa Tenggara.(One/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *