Sangihe Kecipratan Dana Miliaran Rupiah dari APBN Bangun Dua Pelabuhan

Sangihe, TR – Pemerintah pusat kembali memberikan perhatian serius terhadap pembangunan infrastruktur pelabuhan Sangihe pada tahun 2026 ini. Langkah nyata ini menyasar wilayah perbatasan Kepulauan Sangihe melalui pengalokasian anggaran untuk dua lokasi sekaligus. Melalui proyek dermaga laut perbatasan ini, pemerintah membangun fasilitas pelabuhan di Tahuna dan Matutuang demi kelancaran transportasi warga.

Oleh karena itu, kehadiran fasilitas yang memadai menjadi kebutuhan mutlak bagi masyarakat setempat. Dermaga memiliki peran sentral dalam mendukung perekonomian di daerah melalui distribusi barang dan orang antarwilayah. Kehadiran sarana ini tentu akan membuka isolasi geografis dan menurunkan biaya logistik di utara Sulawesi.

Pelaksana Tugas Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas II Tahuna, Meifried Palanewen, memberikan penjelasan terkait proyek tersebut. Beliau mengatakan bahwa dua alokasi anggaran dari APBN merupakan bentuk perhatian pusat bagi wilayah perbatasan. Saat ini, pihak kontraktor sedang mengerjakan fisik bangunan lapangan secara berkala.

Selanjutnya, pihak UPP Tahuna juga melakukan percepatan kerja agar proyek selesai tepat waktu. Mereka mengawasi ketat setiap tahapan agar kualitas bangunan sesuai dengan standar keselamatan pelayaran. Komitmen ini menjadi bukti kerja sama yang kuat antara kementerian terkait dan otoritas pelabuhan lokal.

Sinergi Pemerintah Daerah dan Perbaikan Pelabuhan Kepulauan

Selain fokus pada dua lokasi utama, pemerintah juga memperhatikan fasilitas pendukung di pulau sekitarnya. Otoritas terkait terus berkomitmen menjaga kualitas pelayanan transportasi laut bagi seluruh warga Sangihe. Sinergi yang kuat dengan pemerintah daerah menjadi kunci utama kelancaran program ini.

“Selain 2 pelabuhan yang terealisasi di tahun 2026, melalui Kantor UPP Kelas II Tahuna sinergi dengan Pemerintah Daerah terus mengupayakan adanya perbaikan dermaga dan fasilitas pelabuhan di sejumlah wilayah,” ujar Meifried Palanewen.

Upaya ini termasuk rencana perbaikan pelabuhan di Kampung Lipang yang mengalami kerusakan parah akibat bencana alam beberapa waktu lalu. Melalui langkah tersebut, mobilitas logistik dan masyarakat di perbatasan dapat segera kembali normal. Pihak kementerian pun berharap pembangunan infrastruktur pelabuhan Sangihe ini mampu membawa dampak positif yang berkelanjutan bagi pertumbuhan ekonomi daerah.(Unk)