Manado, TR – Kota Manado bersiap menyambut perayaan Paskah Nasional 2026 yang dipastikan akan berlangsung meriah. Ribuan umat Kristiani dari berbagai pelosok Sulawesi Utara akan memadati kawasan Pohon Kasih Megamas Rabu, 8 April 2026 mendatang.
Acara ini bukan sekadar seremoni keagamaan biasa, melainkan sebuah simfoni iman yang bersatu dengan kekayaan tradisi Nusantara.
Ketua Panitia, Recky Heskie Langie, dalam press conference di Aula Mapolda Sulut, Senin (06/04) menyampaikan bahwa agenda besar ini melibatkan seluruh denominasi gereja di wilayah tersebut. Pihaknya merancang acara ini sebagai wadah persatuan yang konkret bagi seluruh masyarakat. Kehadiran perwakilan dari berbagai latar belakang gereja mempertegas posisi Sulawesi Utara sebagai laboratorium kerukunan antarumat beragama di Indonesia.
Panitia mengemas acara ini secara kreatif dengan memadukan unsur spiritualitas dan atraksi seni yang memukau. Selain prosesi ibadah yang khidmat, pengunjung akan menyaksikan pertunjukan etnis yang sangat beragam. Budaya lokal seperti Minahasa, Sangihe, dan Bolaang Mongondow akan tampil secara bergantian di atas panggung utama.
“Paskah yang dilaksanakan di Kota Manado adalah Paskah Nasional se-Sulut yang melibatkan seluruh gereja,” ujar Langie di dampingi wakil sekretaris Daniel Dolfie Angkouw.
Melalui keterlibatan aktif semua pihak, panitia ingin menunjukkan bahwa perbedaan justru menjadi kekuatan utama. Penampilan seni ini sekaligus menjadi sarana edukasi bagi generasi muda untuk tetap mencintai identitas daerah di tengah arus globalisasi.
Salah satu daya tarik utama dalam perayaan Paskah Nasional 2026 di Manado adalah pementasan drama kolosal Jalan Salib. Pertunjukan ini menggambarkan secara detail perjalanan sengsara Yesus Kristus hingga menuju puncak Kalvari. Melalui akting yang menyentuh hati, panitia berharap pesan pengorbanan tersebut dapat menggugah iman setiap peserta yang hadir.
Jumlah peserta dalam hajatan besar ini kemungkinan besar menyentuh angka 60 hingga 70 ribu orang. Seluruh umat akan bersatu dalam ruang ibadah terbuka yang menyuguhkan pemandangan indah ke arah laut lepas. Lokasi strategis di Megamas ini memberikan atmosfer religius yang unik sekaligus menyegarkan bagi siapa saja yang mengikutinya.
Pesan Damai Dari Manado Untuk Seluruh Dunia
Meskipun menyuguhkan hiburan budaya, Langie menekankan bahwa esensi kegiatan tetap berfokus pada penghayatan ibadah. Panitia menciptakan ruang kebersamaan agar pesan damai dapat tersebar lebih luas melalui Pagelaran Budaya Paskah ini. Inovasi konsep ini terbukti mampu menarik minat masyarakat dari berbagai kalangan untuk datang berkunjung.
“Ibadah adalah yang utama, tetapi kami juga menghadirkan konteks kebersamaan melalui pagelaran kebudayaan,” jelas Langie.
Beliau optimistis bahwa semangat positif dari Sulawesi Utara ini dapat menginspirasi khalayak luas. Harapan besar tertuju pada dampak jangka panjang dari acara ini bagi citra toleransi bangsa.
“Kami berkeinginan agar pelaksanaan kegiatan ini dapat memancar ke seluruh dunia,” tandasnya.(One/Red)













