banner 846x362

Wamen Ossy Dukung Pengembangan Kawasan TSTH2 demi Ketahanan Pangan

SUMUT, TR – Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang, Ossy Dermawan, memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan kawasan TSTH2 di Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara. Ossy menyampaikan komitmen ini saat mengunjungi lokasi riset pada Rabu (01/04/2026) untuk memastikan keberlanjutan pembangunan pusat riset herbal tersebut. Melalui langkah ini, pemerintah ingin menjamin kepastian tata ruang dan legalitas tanah bagi kemajuan riset bibit unggul di Indonesia.

Ossy Dermawan menegaskan bahwa kementeriannya siap mengawal seluruh aspek pertanahan dalam program ini. Beliau menjelaskan bahwa legalitas lahan merupakan fondasi utama sebelum memulai pembangunan fisik maupun operasional riset. Oleh karena itu, koordinasi intensif terus berjalan agar seluruh aset lahan memiliki status hukum yang jelas dan transparan.

“Kementerian ATR/BPN mendukung penuh ikhtiar dan niat baik dalam menunjukkan kemandirian pangan bagi masyarakat kita. Tentunya kepastian tata ruang dan kepastian atas tanah menjadi aspek utama yang akan diberikan oleh Kementerian ATR/BPN,” ujar Wamen Ossy di Ruang Rapat kawasan TSTH2 Institut Teknologi Del.

Selain masalah lahan, Ossy menyoroti pentingnya pengambilan keputusan yang bersumber pada data sains yang akurat. Pengembangan kawasan TSTH2 ini memang berfokus pada penelitian bibit hortikultura untuk meningkatkan produktivitas petani lokal secara signifikan. Ossy sangat mengapresiasi langkah Institut Teknologi Del yang mengedepankan inovasi teknologi dalam mengelola sektor pertanian.

“Jika kita ingin mengambil keputusan, menetapkan kebijakan, ataupun menganalisis suatu permasalahan, hal tersebut harus didasarkan pada data, bukan semata pada asumsi atau prediksi,” tutur Wamen Ossy. Beliau percaya bahwa pendekatan ini akan mempermudah berbagai aspek pembangunan nasional pada masa depan.

Kolaborasi Strategis di Proyek TSTH2 Sumatera Utara

Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Panjaitan, juga menekankan pentingnya kerja sama tim dalam pengembangan kawasan TSTH2. Ia menilai semua elemen pendukung riset saat ini sudah tersedia secara lengkap di lapangan. Namun, integrasi antarlembaga menjadi kunci utama agar implementasi riset ini memberikan dampak nyata bagi ekonomi masyarakat.

“Harus kita padukan dalam satu program teamwork yang bagus. Jadi harus berperan semua. Tadi saya kira kita sudah lihat dari semua bidang menyampaikan pikirannya, semua studi tinggal sekarang bagaimana kita melaksanakan,” pungkas Luhut. Setelah diskusi, rombongan meninjau langsung area pembibitan kentang, bawang, dan tanaman herbal lainnya di dalam fasilitas greenhouse.(ATR/BPN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *