MANADO, TR – Atmosfer panas dan penuh semangat menyelimuti ajang Boxing on the Street yang digelar Ditbinmas Polda Sulawesi Utara di Taman God Bless Park Manado, 16 – 17 Februari 2026.
Antusiasme sasana-sasana tinju dari berbagai kabupaten dan kota di Sulut menjadi bukti bahwa olahraga adu pukul ini tetap menjadi kebanggaan Bumi Nyiur Melambai.
Para sasana tidak sekadar hadir meramaikan, tetapi juga mengutus atlet-atlet terbaiknya untuk bertarung di panggung terbuka yang sarat gengsi tersebut. Salah satunya Wuwungan Boxing Camp (WBC) asal Bahu Malalayang, Manado.
Sasana yang dipimpin Hengky Wuwungan itu menurunkan 17 petinju terbaiknya. Pada hari pertama pertandingan, delapan atlet telah naik ring dengan hasil impresif tujuh kemenangan dan satu kekalahan.
“Kami dari Sasana Wuwungan Boxing Camp, CV Emanuel, Bahu Malalayang, Manado. Dari keseluruhan kita punya atlet ada 17 orang. Hari pertama sudah berjalan delapan petinju, tujuh menang dan satu kalah. Sisanya akan bertanding sekarang,” ujar Hengky Wuwungan, pelatih WBC yang juga mantan petinju WBF Pasifik.
Menurutnya, Sulawesi Utara memang layak disebut sebagai gudang petinju berbakat. Rekam jejak atlet Sulut di berbagai kejuaraan, baik tingkat nasional maupun internasional, menjadi bukti konsistensi daerah ini dalam melahirkan petarung tangguh.
“Memang olahraga boxing di Sulut ini gudangnya atlet. Setiap PON, Sulut termasuk yang paling dominan,” tegasnya.
Tak hanya diikuti banyak sasana, animo masyarakat pun terbilang tinggi. Warga dari berbagai daerah di Sulawesi Utara memadati arena pertandingan untuk menyaksikan langsung duel para petinju muda berbakat.
“Semua mendukung kegiatan ini. Hampir semua sasana di Sulawesi Utara turun ambil bagian,” ungkap Hengky.
Ia berharap Boxing on the Street tidak berhenti sebagai event sesaat, melainkan menjadi agenda rutin demi pembinaan dan kemajuan atlet tinju Sulut.
“Tanggapan untuk kejuaraan ini luar biasa. Semoga ke depan bisa lebih bagus lagi. Rencana kita, setiap tiga bulan akan diadakan Boxing on the Street,” tandasnya.
Ajang ini bukan sekadar pertandingan, tetapi juga panggung pembuktian bahwa Sulawesi Utara tetap menjadi salah satu barometer kekuatan tinju nasional. Di bawah sorotan lampu dan riuh dukungan penonton, para petinju muda menyalakan harapan baru bagi masa depan olahraga tinju di Sulawesi Utara.(One/Red)
