banner 846x362

Solidaritas Jemaat GMIM Modoinding Mengalir ke Siau, Polda Sulut Kawal Bantuan Korban Banjir Bandang

Manado, TR – Kepedulian masyarakat Sulawesi Utara terhadap korban bencana kembali terwujud nyata. Polda Sulawesi Utara memfasilitasi pengiriman bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak banjir bandang di Kepulauan Siau, Sabtu (24/1/2026). Pelepasan bantuan berlangsung di lobi Mapolda Sulut dan diberangkatkan menuju lokasi bencana melalui jalur laut.

Bantuan tersebut merupakan hasil gotong royong Jemaat GMIM Wilayah Modoinding yang mencakup delapan jemaat. Beragam kebutuhan pokok dan hasil pertanian dikumpulkan secara mandiri oleh jemaat, lalu disalurkan dengan pengawalan kepolisian guna memastikan pendistribusian berjalan aman dan tepat sasaran.

Karo Ops Polda Sulut, Kombes Pol Ferry Raimond Ukoli, secara resmi melepas keberangkatan logistik bantuan, didampingi jajaran Pejabat Utama Polda Sulut. Kehadiran Polri dalam proses ini menjadi bagian dari komitmen mendukung aksi kemanusiaan masyarakat, khususnya di tengah kondisi darurat bencana.

Kabid Humas Polda Sulut, Kombes Pol Alamsyah Hasibuan, menjelaskan bahwa bantuan yang disalurkan sepenuhnya berasal dari inisiatif dan kepedulian warga Modoinding.

“Bantuan yang dikirimkan berupa hasil bumi, seperti sayur-mayur, beras, dan minyak goreng. Ini merupakan wujud empati masyarakat Modoinding untuk meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak banjir bandang di Pulau Siau,” ujar Alamsyah.

Ia menegaskan, peran Polri dalam kegiatan ini difokuskan pada pengamanan serta koordinasi lintas sektor agar distribusi bantuan dapat berjalan efektif hingga diterima oleh warga yang membutuhkan.

Sementara itu, perwakilan Jemaat GMIM Wilayah Modoinding, Pdt. Billy Yohanes, mengungkapkan bahwa aksi solidaritas tersebut lahir dari rasa syukur jemaat atas berkat hasil pertanian yang melimpah di wilayah Modoinding.

“Kami bersyukur karena Modoinding saat ini dianugerahi hasil bumi yang berlimpah. Bahkan, wilayah kami menjadi salah satu pemasok bahan pangan untuk program nasional Makan Bergizi Gratis di kawasan Indonesia Timur,” ungkapnya.

Menurut Pdt. Billy, gerakan bantuan ini dilakukan secara spontan tanpa menunggu instruksi resmi dari lembaga gereja. Dorongan empati dan rasa tanggung jawab sosial menjadi alasan utama jemaat bergerak cepat.

“Kami merasa terpanggil untuk berbagi. Walaupun belum ada arahan khusus, jemaat sepakat bahwa ini adalah bentuk syukur yang harus diwujudkan dengan tindakan nyata,” tegasnya.

Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan mendesak para pengungsi dan warga terdampak banjir bandang di Kepulauan Siau, sekaligus memperkuat semangat persaudaraan dan solidaritas antarwilayah di Sulawesi Utara di tengah masa sulit akibat bencana alam.(Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *