banner 846x362

Keluarga Korban Penambang di Minahasa Utara Tuntut Uang Santunan yang Dijanjikan

MANADO, TR – Keluarga korban penambang di Desa Tatelu, Kecamatan Dimembe, Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Sulawesi Utara (Sulut), kini tengah memperjuangkan hak mereka yang belum diterima hingga saat ini.

Hak tersebut adalah uang santunan yang dijanjikan kepada keluarga almarhum Taufiq Popalo, yang menjadi korban dalam insiden penambangan beberapa waktu lalu.

Menurut perwakilan keluarga korban, Nasir Ganggai, pihak keluarga telah disuruh datang ke Manado dengan janji akan menerima uang santunan dari penyandang dana pertambangan. Namun, janji tersebut hingga kini hanya tinggal janji. Sejak hari Minggu, 15 Desember 2024, keluarga korban telah menunggu di parkiran Polda Sulut dengan tidur di mobil, namun belum ada kejelasan mengenai dana santunan yang dijanjikan.

“Kami sudah menyampaikan bahwa ini adalah musibah, dan kami hanya meminta kepedulian nurani dari pemilik tambang. Kami tidak ada target nominal, hanya perhatian saja karena ini musibah,” ungkap Nasir Ganggai.

Nasir menambahkan, almarhum Taufiq Popalo meninggalkan dua anak yang masih bersekolah, yaitu seorang anak perempuan dan seorang laki-laki. Oleh karena itu, menurutnya, pemberian santunan sangat penting sebagai bentuk kepedulian kepada keluarga yang ditinggalkan.

“Ini adalah proses kepedulian bagi keluarga yang ditinggalkan. Kami hanya meminta hal itu. Kami tidak berharap lebih,” tambahnya.

Kemarahan keluarga semakin memuncak setelah istri salah satu pemilik tambang, yang sebelumnya menjanjikan santunan, kini seakan mengurungkan niatnya untuk membantu. Istri pemilik tambang dilaporkan bertanya kepada keluarga korban apakah uang santunan tersebut akan diberikan jika suaminya tidak keluar. Hal ini memicu kemarahan dari keluarga korban.

“Kami sudah dijanjikan santunan itu, lalu kenapa sekarang ada pertanyaan seperti itu? Kami merasa dibohongi,” ujar Nasir dengan tegas.

Keluarga korban berharap ada kejelasan dan kepedulian dari pihak yang bertanggung jawab atas insiden tersebut, agar mereka mendapatkan hak yang semestinya, serta dapat membantu meringankan beban hidup anak-anak almarhum Taufiq Popalo.(One/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *